Close Banner
TK SD BUDHAYA II AGUSTINUS
   
Yakin 

YAKIN AKAN KEMAMPUAN

Pendidik Lynn Freeman Dhority, penerima hadiah Boylson dari Universitas Harvard untuk Pengajaran Luar Biasa, pernah merasa takut mencoba menerapkan metode pengajaran baru yang mengandung unsur bermain kepada siswa dewasa. "Begitu saya menyingkirkan rasa takut, kemampuan bermain-main, intuitif, dan spontan yang saya miliki muncul lebih bebas dan perilaku serupa muncul dalam siswa-siswa saya. Jika saya dapat dipercaya dan ikut serta sepenuhnya dalam ajakan saya untuk memasuki komunikasi imajinatif yang mengandung unsur bermain-main, siswa akan merasa lebih bebas untuk mempertaruhkan langkah pertama mereka, menanggapi saya".

Tidak Mampu?

Banyak siswa mewarisi cacat belajar (dibodoh-bodohkan oleh guru - orangtua dan teman, salah dipermalukan dan dihukum dalam belajar). Perlakuan seperti itu meruntuhkan rasa percaya diri. Lalu, dalam benak, mereka mengatakan bahwa sekolah itu sulit, guru itu musuh, dan mereka tidak akan seberhasil anak-anak cerdas.

Bila ada siswa yang menganggap tidak mampu, guru menyarankan siswa itu untuk bertindak seolah-olah dirinya adalah siswa berprestasi: duduk di barisan depan, mengangkat tangan dengan antusias, mengobrol dengan guru, menganggukkan kepala, seolah ingin menguasai semua yang diajarkan guru. Ketika siswa itu mulai merasa berhasil dan disebut siswa yang sukses, harga dirinya akan naik dan nilai-nilainya juga ikut naik.

Langkah yang Benar

Setiap hari sekolah mengawali langkah yang benar. Para guru mengawali dengan pertanyaan yang jawabannya berupa pernyataan positif.

Carole Allen:

CONTOH PERTANYAAN PEMBUKA


Guru : Apakah kalian pintar?

Siswa: Kami pintar!

Guru : Seberapa pintar?

Siswa: Sangat pintar!

Guru : Bagaimana kalian memperlakukan guru?

Siswa: Dengan hormat!

Guru : Bagaimana kalian memperlakukan diri sendiri?

Siswa: Dengan hormat!

Guru : Apa yang hendak kalian berikan hari ini?

Siswa: 100%!

Guru : Setelah lulus kalian mau ke mana?

Siswa: Ke SMU terbaik!

Kesaksian Leroy Hopson


Leroy Hopson yang memiliki cacat belajar berjuang keras untuk lulus. Keyakinan gurunya akan kemampuan Leroy telah mengubahnya.

"Hal yang paling penting adalah dia yakin akan kemampuan saya dan memberi saya harapan. Dan ketika tahun ajaran berakhir, saya bangga mengatakan saya lulus dalam pelajaran Esensial. Dan saya juga tahu dia juga bangga karena dia memeluk saya dan berkata bahwa dia selalu yakin saya mampu melakukannya, dan persahabatan kami pun terjalin selamanya. Saya selalu mendapat nilai A dan B. Kami mengobrol lama mengenai hal-hal yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki diri. Dia selalu menepati janjinya dan menjadi salah satu sahabat saya. Kelasnya menjadi favorit saya dan tidak ada yang menandinginya. Hal-hal yang saya lakukan sekarang adalah berkat seorang guru dan teman yang baik, Bu Riana". (Quantum Teaching)

Kembali
 
    LoginAdmin        @copyright 2009 TK & SD Budhaya