Close Banner
TK SD BUDHAYA II AGUSTINUS
   
Sepakat 


Kesepakatan - Peraturan

Kesepekatan kelas lebih informal daripada peraturan, dan merupakan daftar cara sederhana dan kongkrit untuk melancarkan jalannya pelajaran: mendengarkan dan bertanya dengan tertib dan baik, hak belajar dan mengajar yang harus dihormati, dst.

Kebijakan

Urutan tindakan untuk situasi tertentu: jika siswa tidak hadir, wajib minta tugas yang terlewat; memiliki hari yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan susulan.

Prosedur

Memberi tahu siswa apa yang diharapkan dan tindakan apa yang diambil: lima menit pertama untuk mengulang secara ringkas pelajaran sebelumnya. Ini akan menciptakan rutinitas yang baik. Melalui prosedur-prosedur yang dijalankan, komunitas pembelajaran menjadi stabil, terkendali, dan tertata.

Peraturan

Lebih ketat daripada kesepakatan atau kebijakan. Melanggar peraturan harus menimbulkan konsekuensi yang jelas: Pelanggaran pertama - Peringatan, Kedua - Hukum (hukuman yang mendidik dan terukur), Ketiga - Rapat Perilaku.

Rapat Perilaku


Rapat perilaku adalah kegiatan untuk membahas masalah yang sedang dihadapi dan menemukan pemecahannya bersama-sama.

CONTOH FORMULIR - RAPAT PERILAKU


Nama Siswa: .....................

Nama Guru : .....................

Tanggal : .....................

* Tahukah kamu mengapa kamu dihukum dan mengapa kita mengadakan pertemuan ini?

* Bagaimana perasaanmu mengenai situasi ini?

* Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu kamu mengendalikan situasi sebelum orangtua dan kepala sekolah turun tangan?

* Tahukah kamu apa yang akan terjadi jika kamu tidak dapat menyelesaikan masalah ini?

* Secara khusus, perilaku bagaimana yang akan kamu tunjukkan kemudian hari?

Tanda Tangan Siswa: ___________________

Komentar/Pengamatan

(Diadaptasi dari William Glasser oleh Marilyn Ragland, Strategies for learning program, SMU Thornton Township.)

MENDEFINISIKAN TUJUAN, KESEPAKATAN, KEBIJAKAN, PROSEDUR, DAN PERATURAN KELAS

Apa yang terjadi bila permainan Bola Basket tanpa aturan? Hampir dipastikan permainan itu tidak bisa berjalan. Atau, aturan itu hanya diterapkan kepada lawan tetapi tidak untuk tim lawan lain? Permainan itu lalu menjadi tidak adil. Jadi, semua butuh aturan bersama dan ditaati.

Masalahnya, seringkali peraturan diberikan kepada siswa tanpa kesadaran pentingnya peraturan dalam sekolah. Sehingga, peraturan dianggap sebagai pembatasan kebebasan. Bagaimana siswa bisa sampai pada kesadaran bahwa peraturan sungguh dibutuhkan untuk kelangsungan belajar di sekolah? Berikut ini adalah langkah-langkah membuat peraturan bersama siswa.

Langkah 1 –Mengembangkan Peraturan dan Konsekuensi

• Mengadakan pertemuan kelas untuk mendiskusikan peraturan.

• Membagikan kertas dan minta mereka menuliskan tiga peraturan yang harus diikuti semua orang.

• Membuat daftar peraturan dari semua kertas pada papan tulis (Minta siswa membuang yang tidak perlu, menyusun prioritas, mengkonsolodasikan jika perlu).

• Setelah daftar akhir ditetapkan, meminta kesepakatan verbal dari setiap murid untuk mendukung peraturan. Mengatur pertemuan dengan siswa yang tidak setuju untuk mengetahui penyesuaian yang harus dibuat agar mereka mau mendukung peraturan.

• Mengadakan pertemuan kelas ke dua untuk mendiskusikan konsekwensi pelanggaran peraturan. Mendiskusikan alasan-alasan konsekwensi dan perasaan mereka mengenainya.

• Memberi tahu siswa mengenai konsekuensi yang diterapkan sekolah: masuk sekolah lebih awal, pamaggilan untuk orangtua, dipanggil kepala sekolah. Tetapi, memberi tahu bahwa mereka bisa menambahkan hukuman lain yang memberi kesempatan kepada pelanggar untuk memperbaiki perilaku yang tidak sesuai.

• Bagikan kertas lagi dan minta siswa menuliskan tiga konsekuensi.

• Menuliskan konsekuensi-konsekuensi itu di papan tulis (membuang yang tidak perlu, mengkonsolidasikan, menambahkan konsekuensi pada hukuman standar sekolah, menentukan batas kalau perlu).

• Setelah daftar akhir konsekuensi ditetapkan, minta setiap siswa menyatakan bahwa mereka mengerti dan menyetujuinya.

• Fotokopi dan bagikan daftar peraturan dan konsekuensi kepada siswa.

Diadapsi dari William Glasser oleh Marilyn Ragland, Strategies for Learning Program, SMU Thornton Township. (Quantum Teaching)
Kembali
 
    LoginAdmin        @copyright 2009 TK & SD Budhaya