Close Banner
TK SD BUDHAYA II AGUSTINUS
   
Kurikulum Budhaya 

*Percaya Diri
==========================================================

KURIKULUM 4 LAPIS


Sekolah Perguruan Budhaya (SPB), untuk keluarga peserta homeschooling, mempersilahkan penggunaan berbagai kurikulum yang tersedia di masyarakat, dan akan menyediakan konsultasi kurikulum bagi para keluarga yang membutuhkan. Karena SPB memiliki moto "Sekolah untuk hidup" dan "berorientasi ke masa depan", maka dalam mengembangkan kurikulumnya sekolah menawarkan kurikulum empat bagian hasil penelitian Dr. Jeannette Vos:

1) Kurikulum pertumbuhan pribadi, meliputi rasa percaya diri (curikulum percaya diri), motivasi, keterampilan berkomunikasi, dan ketrampilan menjalin relasi.

2) Kurikulum ketrampilan hidup,meliputi pengaturan mandiri, (sumber) pemecahan masalah secara kreatif, perencanaan/perencanaan ulang karier, ilmu ekonomi, managemen konflik, dan teknologi berbasis komputer.

3) Kurikulum "belajar untuk belajar" dan "belajar untuk berpikir", meliputi jenis ketrampilan "how to" untuk otak.

4) Kurikulum isi, dengan tema-tema terpadu: Matematika / Geografi / Bahasa

Mengapa kurikulum hasil penelitian Jeannette Vos yang dipilih dan mengapa kurikulum isi ditempatkan pada urutan terakhir?

Jeannette memberikan urutan yang benar dan sangat sesuai dengan visi SPB, "Siswa mengalami dan menyadari bermartabat di hadapan Allah". Jadi, manusia (siswa) harus menjadi fokus (subyek) dalam pembelajaran di Budhaya. Berikut adalah alasan Jeannette dalam menempatkan prioritas.

* Sekolah tradisional "berhasil" dalam satu hal: membunuh semangat belajar justru pada saat antusiasme belajar sangat dibutuhkan. (Click cacat belajar)

* Emosi adalah gerbang ke arah belajar. Situasi emosi seseorang dipengaruhi oleh ketrampilan berkomunikasi, ketrampilan membina hubungan, motivasi, dan rasa percaya diri: ketrampilan pengembangan pribadi. Jika aspek-aspek tersebut diabaikan, gerbang tersebut akan tertutup.

* Ketrampilan mendengar dan berbicara amat penting dalam semua aspek kehidupan dan pekerjaan, tetapi kurang begitu diperhatikan dalam banyak institusi pendidikan.

* Percaya diri dan harga diri amat penting bagi semua jenis pembelajaran. Pendidikan yang gagal dalam mencapai sasaran ini, pasti akan gagal pula menjalankan tugas lain.

Salah satu proses mengikuti homeschooling adalah menentukan pelajaran mana yang sebaiknya diambil seorang siswa setiap tahun dan bagaimana mereka akan menjalankan (belajar di rumah, di sekolah, kursus online, kelas kelompok sekolah rumah, tutor, dst.). Dengan mempertimbangkan setiap gaya belajar siswa, lalu kurikulum apa yang digunakan. Sebagai contoh pelajar kinestetik membutuhkan kurikulum yang banyak melibatkan gerakan badan seperti tangan.

Dari situ, pilihan kurikulum dapat dilakukan. Setelah menjalankan konsultasi untuk menentukan level yang dibutuhkan setiap keluarga, sekolah memberikan beberapa rekomendasi. Pada akhirnya, setiap keluarga memilih dan menyediakan kurikulum untuk siswa mereka.

Bila Anda mempunyai pertanyaan tentang kurikulum, Anda bisa menghubungi kami.

Sekolah Perguruan Budhaya tlp. ....

Studi Kasus (personal growth) 
Saturday, December 26, 2009, 17:21 - KURIKULUM Posted by Administrator

Studi Kasus

Perkembangan Personal

Tujuan: Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi siswa supaya mereka mampu mengungkapkan tentang isu-isu pribadi.

Tindakan: Menggunakan studi kasus, simulasi, skenario, drama dan diskusi untuk mengeksplorasi isu-isu sensitif dan berbagai dilema.

Dampak: Para siswa yang percaya diri mampu mendiskusikan isu-isu sensitif dengan cara yang wajar dan menawarkan nasihat yang masuk akal kepada mereka.

Bagaimana Komunitas Pembelajaran Sekolah Budhaya Santo Agustinus telah memberikan para siswa-nya kepercayaan diri untuk membicarakan secara lugas tentang emosi, seks yang aman, dan menjalin relasi?

Menyediakan lingkungan keluarga yang aman untuk mendiskusikan isu-isu kepercayaan yang telah membantu para siswa mengkomunikasikan secara terbuka tentang masalah-masalah sulit

Di dalam sebuah keakraban bersama para pendidik seks dan menjalin relasi, para pelajar di Perguruan Budhaya bersemangat mendiskusikan perasaan, emosi atau opini mereka. Tim pendidikan bidang ini telah berhasil menggunakan drama dan diskusi untuk mendorong para siswa mengeksplorasi masalah-masalah penting berkaitan dengan kesehatan, risiko, dan pengambilan keputusan.

Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi

Drama dan teknik diskusi sudah diperkenalkan di dalam setiap unit kerja di seluruh tahap kunci 3. Pada awal setiap unit, variasi rangsangan - seperti misalnya video, studi kasus atau pembicaraan dari para nara sumber - digunakan untuk memperkenalkan siswa pada persoalan-persoalan dan konsep-konsep kunci. Drama dan teknik diskusi kemudian digunakan sebagai kendaraan utama untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, dan pemahaman para siswa.

Sebagai contoh, sebuah unit kerja tentang tekanan dan menghindari eksploitasi di dalam jalinan relasi mulai dengan video klip. Para siswa lalu membuat brainstrorming tanggapan mereka tentang segala sesuatu yang sudah mereka lihat dan menggunakan curah gagasan mereka sebagai pijakan untuk diskusi-diskusi permasalahan itu. Kemudian, mereka melanjutkan dengan aktivitas memainkan peran. Dalam aktivitas itu guru memainkan peran orang muda dan para pelajar berperan sebagai orangtua seolah-olah seorang ayah/ibu yang menemukan kondom.

Pendekatan ini dilakukan secara konsisten untuk siswa sepanjang tahun sehingga semua menerima informasi dan nasehat yang sama.

Perkembangan personal jangka panjang

Menyediakan lingkungan yang aman dan kekeluargaan untuk mediskusikan masalah-masalah kepercayaan ini telah membantu para siswa mengembangkan ketrampilan yang mereka butuhkan untuk mengkomunikasikan secara terbuka tentang masalah-masalah sulit mereka. Tim itu telah menemukan bahwa para siswa dengan cepat menjadi terbiasa dengan pendekatan itu dan jelas lah bahwa ketika mereka mengalami kemajuan melalui babak kunci itu, mereka menjadi bertambah nyaman berbicara masalh-masalah itu. Pernah seorang siswa mengatakan, "kamu menjadi percaya diri karena kamu harus membicarakan segala sesuatu".’

Menambah studi kasus

Last updated 02 December 2009.




| 1 |

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 TK & SD Budhaya