Anda berada di sini:
- Home >>
- Babak Kunci 3 & 4 >>
- Studi Kasus >>
- Penelitian Studi Kasus
Perkembangan Personal
Tujuan: Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi siswa supaya mereka mampu mengungkapkan tentang isu-isu pribadi.
Tindakan: Menggunakan studi kasus, simulasi, skenario, drama dan diskusi untuk mengeksplorasi isu-isu sensitif dan berbagai dilema.
Dampak: Para siswa yang percaya diri mampu mendiskusikan isu-isu sensitif dengan cara yang wajar dan menawarkan nasihat yang masuk akal kepada mereka.
Bagaimana Komunitas Pembelajaran Sekolah Budhaya Santo Agustinus telah memberikan para siswa-nya kepercayaan diri untuk membicarakan secara lugas tentang emosi, seks yang aman, dan menjalin relasi?
Menyediakan lingkungan keluarga yang aman untuk mendiskusikan isu-isu kepercayaan yang telah membantu para siswa mengkomunikasikan secara terbuka tentang masalah-masalah sulit
Di dalam sebuah keakraban bersama para pendidik seks dan menjalin relasi, para pelajar di Perguruan Budhaya bersemangat mendiskusikan perasaan, emosi atau opini mereka. Tim pendidikan bidang ini telah berhasil menggunakan drama dan diskusi untuk mendorong para siswa mengeksplorasi masalah-masalah penting berkaitan dengan kesehatan, risiko, dan pengambilan keputusan.
Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi
Drama dan teknik diskusi sudah diperkenalkan di dalam setiap unit kerja di seluruh tahap kunci 3. Pada awal setiap unit, variasi rangsangan - seperti misalnya video, studi kasus atau pembicaraan dari para nara sumber - digunakan untuk memperkenalkan siswa pada persoalan-persoalan dan konsep-konsep kunci. Drama dan teknik diskusi kemudian digunakan sebagai kendaraan utama untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, dan pemahaman para siswa.
Sebagai contoh, sebuah unit kerja tentang tekanan dan menghindari eksploitasi di dalam jalinan relasi mulai dengan video klip. Para siswa lalu membuat brainstrorming tanggapan mereka tentang segala sesuatu yang sudah mereka lihat dan menggunakan curah gagasan mereka sebagai pijakan untuk diskusi-diskusi permasalahan itu. Kemudian, mereka melanjutkan dengan aktivitas memainkan peran. Dalam aktivitas itu guru memainkan peran orang muda dan para pelajar berperan sebagai orangtua seolah-olah seorang ayah/ibu yang menemukan kondom.
Pendekatan ini dilakukan secara konsisten untuk siswa sepanjang tahun sehingga semua menerima informasi dan nasehat yang sama.
Perkembangan personal jangka panjang
Menyediakan lingkungan yang aman dan kekeluargaan untuk mediskusikan masalah-masalah kepercayaan ini telah membantu para siswa mengembangkan ketrampilan yang mereka butuhkan untuk mengkomunikasikan secara terbuka tentang masalah-masalah sulit mereka. Tim itu telah menemukan bahwa para siswa dengan cepat menjadi terbiasa dengan pendekatan itu dan jelas lah bahwa ketika mereka mengalami kemajuan melalui babak kunci itu, mereka menjadi bertambah nyaman berbicara masalh-masalah itu. Pernah seorang siswa mengatakan, "kamu menjadi percaya diri karena kamu harus membicarakan segala sesuatu".’
Last updated 02 December 2009.

