Close Banner
TK SD BUDHAYA II AGUSTINUS
   
Tipe Belajar 
MENYADARI GAYA BELAJAR
Setiap guru di Budhaya mengembangkan ketrampilan mengamati gaya belajar siswa-siswinya. Dengan cara begitu, para guru bisa melayani setiap gaya belajar siswa-nya. Salah satu cara memahami gaya belajar siswa-nya adalah dengan menggunakan kumpulan kata di bawah ini. Masih ada cara lain yang lebih menarik. Silahkan Anda mencoba, termasuk gaya belajar manakah Anda?

Baca setiap kumpulan kata dan tandai dua kata yang paling mewakili karakter Anda. Lalu, isilah tabel sesuai instruksi untuk mengetahui di posisi mana gaya belajar Anda, sekaligus buat grafik dengan meng-click: Kumpulan kata

MANFAAT BAGI SEKOLAH DAN INDIVIDU

Belajar Sendiri
Pertama tentu masing-masing menyadari kekuatannya sendiri, keluarga, siswa di sekolah, lalu mengembangkannya. Bila ada seorang siswa yang tidak mampu duduk berlama-lama dalam mendengarkan pelajaran, bisa diperkirakan ia pelajar kinestetik. Siswa ini membutuhkan kegiatan belajar dengan membuat catatan berupa peta pikiran. Dengan menggerakkan tangan membuat peta pikiran, pelajar ini mampu menjalani proses belajar dengan optimal.

Kendali Hidup
Berikutnya adalah mengendalikan hidup. Dr. Robert Sternberg - Profesor Psikologi dan pendidik-an Universitas Yale – sebagai gaya mengatur. “Cara yang disukai siswa dalam menggunakan kecerdasan mereka”, katanya, “sama pentingnya dengan kemampuan kecerdasan itu sendiri. Anak-anak – sebenarnya semua orang – perlu mengatur aktivitasnya sendiri. Dan dalam melakukannya, mereka akan memilih gaya pengaturan diri yang membuat mereka nyaman. Pikiran menjalankan aktivitasnya hampir seperti pemerintah. Fungsi legislatif berhubungan dengan menciptakan, memfungsikan, membayangkan, dan merencanakan. Fungsi eksekutif berhubungan dengan penerapan dan tindakan. Fungsi yudikatif berhubungan dengan penilaian, evaluasi, dan pembandingan. Pemerintah mental itu melibatkan ketiga fungsi, namun setiap orang punya sebuah fungsi dominan” (Learning Revolution II, hal. 363).


Melayani Gaya Belajar

Bagi sekolah, dengan melihat keragaman gaya belajar siswa, lalu para guru akan memakai berbagai gaya belajar itu dalam menyampaikan pembelajaran-nya. Sehingga, sekolah bisa menjamin bahwa setiap gaya belajar siswa-nya dapat dilayani secara teratur. Dengan demikian semua pihak mengalami betapa mudahnya belajar untuk pandai dan terampil.

Sekolah New City, di Sint Louis, Missouri, ketika mulai mendasarkan aktivitas sekolah dengan berbagai prinsip kecerdasan berganda, para guru secara kolektif menulis Merayakan Kecerdasan Berganda: Mengajar untuk Sukses – sebuah panduan praktis bagi guru di setiap tingkat tentang cara melayani seluruh “keunggulan kecerdasan” individu dalam mengajarkan seluruh mata pelajaran pokok. (Learning Revolution, hal. 365)

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 TK & SD Budhaya