Close Banner
TK SD BUDHAYA II AGUSTINUS
   
KOMUNITAS PEMBELAJARAN BUDHAYA 

MEMBANGUN MARTABAT
Kepala sekolah mengajak rekan kerja guru untuk membawa dunia pendidikan yang lebih mengedepankan penghargaan martabat manusia. Sebab, justru melalui sentuhan martabat ini anak-anak berkembang secara benar. Penekanan aspek akademis, tetapi mengabaikan martabatnya, itu sudah sangat sering menghancurkan seorang anak. Melalui berbagai aktivitas pembelajaran, anak didik difasilitasi supaya mengalami dan menyadari dirinya bermartabat, menjadi anak-anak Allah yang akan mewarisi Kerajaan Surga.

Belajar untuk tahu (learn to know), belajar untuk melakukan (learn to do), belajar untuk menjadi (learn to be), dan belajar untuk hidup bersama (learn to live together), itu merupakan tiang-tiang penyangga mempersiapkan generasi yang berbudaya masa depan. Empat pilar yang dirujuk PBB dalam pendidikan itu dijadikan arah komunitas pembelajaran yang mau dicapai.

Metode yang dikembangkan dalam pembelajaran dan pendidikan "bukan kertas putih yang digores tinta, juga bukan menuang air ke dalam gelas / mentransfer (kedua metode ini mengabaikan martabat manusia)", tetapi api yang dinyalakan. Guru, lalu menjadi fasilitator yang menjaga supaya api tetap menyala dan semakin besar membara. Metode terakhir ini seharusnya juga perlu diterapkan oleh orang tua di rumah. Itulah sebabnya para guru di Budhaya lebih suka membuat banyak afirmasi kemampuan anak didik, sekecil apa pun. Percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan berbakat menjadi genius adalah dasar keyakinan guru. Sayang ketika mulai sekolah, bakat menjadi genius itu terkubur. Orang tua, guru, dan teman-temannya saling menguburkan kejeniusan ini. (Ag)

Visi Misi TK & SD Budhaya II Pengajaran yang Sempurna Mendidik Ala Katolik

Belajar Inggris online
 
    LoginAdmin        @copyright 2009 TK & SD Budhaya